breaking news

Akademi Komunitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Siap Berkarya

Akademi Komunitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Siap Berkarya

June 29th, 2014
Berita

Pada 21-22 Juni 2014 bertempat di Wisata Alam dan Perkebunan Bhakti Alam Pasuruan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M melakukan langkah strategis dalam mengimplementasikan visi serta misi perguruan tinggi dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Langkah nyata tersebut adalah inisiasi pendirian akademi komunitas yang diprediksi adalah akademi komunitas pertama di lingkungan perguruang tinggi agama islam di indonesia.

Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo selaku Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam pembukaan workshop tersebut menyampaikan bahwa untuk mewujudkan cita-cita kita bersama menuju world class university, maka ide-ide kreatif dan segar seperti inilah yang kita butuhkan. sebagai perguruan tinggi tri dharma perguruan tinggi kita telah mengamanatkan kepada kita tiga tugas utama, yakni pengajaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada aspek pengajaran kita sudah berjalan karena sudah melalui sistem yang konsisten. Sedangkan pada aspek penelitian, kampus dirasa sudah berjalan meski perlu peningkatan dari berbagai aspek. Nah pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kampus dirasa masih sangat kurang kehadiranya di masyarakat karena begitu jauhnya ilmu di perguruan tinggi dengan realitas ummat saat ini. Saya sangat senang dan menyambut baik ide LP2M dalam mendirikan akademi komunitas ini meski masih pada tahap rintisan, kedepanya akademi komunitas adalah sebagai sebuah lembaga pendidikan yang akan menjembatani potensi lokal masyarakat dengan dunia akademik sehingga bentuk masyarakat ideal yang mandiri dan berdaya dapat terwujud melalui pendidikan.

Peserta workshop yang terdiri dari elemen dosen dan stakeholder ini kemudian menerima pengarahan oleh Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag selaku ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sambutanya Mufidah menjelaskan bahwa sejak dilaksanakannya Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Posdaya Berbasis Masjid telah memunculkan kader-kader posdaya yang memiliki keunggulan dalam hal bakat, minat dan skill luar biasa, sehingga perlu dibuatkan Kawah Condrodimuko dalam mendukung posdaya dan masyarakat untuk capacity building. Akademi komunitas merupakan sebuah wadah yang  nantinya akan mengakomodir semua potensi lokal yang ada untuk dikembangkan menjadi masyarakat mandiri dan berdaya saing. Sebagai rintisan awal, saya harapkan keaktifan dan partisipasi semua peserta dalam merumuskan konsep akademi komunitas yang sesuai dan ideal untuk ummat. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan melahirkan model akademi komunitas ala UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan menjadi amal sholeh bapak ibu sekalian yang hadir pada forum ini. Semoga semua dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi.

Sesi selanjutnya dari kegiatan ini kemudian di isi dengan paparan para stakeholder yang telah melakukan pendampingan dan pemberdayaan diantaranya adalah Ust. Abdullah Sam dari sumberpucung, Bpk. Nur Wahid dan Bpk. Sutaji dari Kec. Donomulyo, serta Bpk. Nur Junaidi dari Kec. Kedungkandang. Semua stakeholder ini kemudian menjelaskan berbagai pengalaman dalam memberdayakan masyarakat yang nantinya akan di jadikan model dalam pembentukan akademi komunitas. Dari paparan tersebut muncul berbagai kunci dalam memberdayakan masyarakat diantaranya adalah srawung, ngalahi, akomodatif, empatik, tidak mudah menyerah, semangat dan berbagai kata kunci dalam membangun masyarakat. Setelah para stakeholder selesai menjabarkan cerita mereka dengan dipandu oleh Dr. Moh. Mahpur, Dr.Hj. Mufidah serta Dr. Moh. In’am Esha para peserta dibagi menjadi 4 kelompok untum merumuskan berbagai kebutuhan akademi komunitas yakni visi misi kelembagaan, kurikulum, serta publikasi dan paten. Diskusi yang dilaksanakan secara serius dan santai ini kemudian berlanjut pada momen presentasi masing-masing kelompok serta kritisi baik dari kelompok lain maupun dari para narasumber. Keseriusan dalam berdiskusi ini menjadikan waktu berlalu dengan cepat bahkan diskusi baru ditutup setelah waktu menunjukan pukul 24.00 WIB.

Hari kedua kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan memperbaiki hasil kerja kelompok sesuai dengan masukan yang telah diterima pada malam harinya. Para peserta kemudian mempresentasikan ulang hasil kerjanya dan diserahkan kepada tim perumus untuk kemudian di perbaiki serta diperhalus secara akademik. Pada sesi penutupan Dr. Hj. Mufidah menyampaikan terimakasih kepada para peserta yang telah bersungguh-sungguh dalam mengikuti semua sesi dan semoga kegiatan ini menjadi amal baik bagi kita semua serta dapat mewujudkan ummat yang mandiri, sejahtera dan berdaya. Amin.. (m. sholehudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *