breaking news

Generasi Jitu Posdaya Masjid Terlahir di Kecamatan Donomulyo

June 5th, 2017 | by admin
Generasi Jitu Posdaya Masjid Terlahir di Kecamatan Donomulyo
Berita Volunteer
0

Posdaya yang sukses merupakan Posdaya yang mampu membangun kesejahteraan masyarakat dan menjadi fasilitator bagi masyarkat dalam pengembangan ekonomi, pendidikan, keagamaan, lingkungan maupun kesehatan masyarkat. Bertepatan pada tanggal 4 Juni 2017 ketua LP2M Dr. Hj. Mufidah Ch M.Ag yang ditemani oleh 4 relawan melakukan survei dan evaluasi bersama ke Kecamatan Donomulyo.

Kunjungan dan survei Posdaya yang dilakukan pada setiap tahunnya sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan dan kegiatan KKM tahun sebelumnya dan merumuskan pembangunan serta pengembangan Posdaya dimasa yang akan datang. Evaluasi ini meliputi kegiatan Dewan Masjid Indonesia dalam melakukan pendampingan Pemberdayaan Mesjid, relevansi program KKM Posdaya dengan program DMI, peran masyarakat serta penggalian kendala-kendala yang dihadapi disertai pengajuan problem solving maupun motivasi dalam keberlanjutan Posdaya yang lebih baik.

Bapak Nur Wachid Hasyim, ST yang merupakan ketua koordinator 13 Posdaya di Kecamatan Donomulyo memaparkan “bahwa dampak adanya KKM Tematik Posdaya Berbasis Mesjid ini banyak sekali melahirkan generasi-generasi unggulan di Kecamatan Donomulyo. Pada sisi lain Posdaya telah banyak manfaat yang dirasakan langsung mulai dari perubahan ekonomi yang lebih baik maupun keagamaan dan pendidikan masyarakat yang semakin meningkat” paparnya.

Sejalan dengan hal tersebut Pak Wachid menuturkan macam-macam produk yang telah tercipta dan berkembang dengan hasil bimbingan Posdaya. “Produk Posdaya di Kecamatan Kalipare tersebut diantaranya variasi olahan Jamur dimulai dari abon jamur, ice cream jamur, sate jamur, kripik jamur serta generasi-generasi yang telah mahir di bidang jamur tersebut telah membuka jasa pelatihan dan produksi jamur yang lebih berkualitas, namun tetap terjangkau oleh seluruh masyarakat khususnya kecamatan Donomulyo. Hal yang sangat spektakuler, khususnya masyarakat-masyarakat sekitar Posdaya terutama kecamatan Donomulyo secara mandiri telah mampu membudidayakan jamur, produk dan pelatihannya pun telah dilakukan diberbagai tempat di Jawa Timur” tuturnya.

Lahirnya generasi unggulan pada masyarakat Kecamatan Donomulyo dari masa ke masa melahirkan tangan-tangan kreatif dan inovasi terbaru di bawah binaan Posdaya. Pada tahun 2017 ini Kecamatan Donomulyo melaunching produk terbarunya yaitu sangkarburung. Bapak Wachid yang juga merupakan tokoh inspiratif dikecamatan tersebut mengungkapkan“bahwa adanya sarang burung ini terlahir dari ide-ide para pemuda yang berasal dari hobinya. Pembuatan sangkar burung telah berlangsung kurang lebih selama satu tahu, dan kini omset yang didapatkan pada setiap masanya terus meningkat. Meninjau dari persaingan pasar, pembuatan sangkar burung ini menjadi persaingan bagi produksi lainnya. Namun, dengan perubahan varian dan model yang terus berkembang pembuatan sangkar burung Kecamatan Donomulyo selalu menjadi sasaran produk jitu masyarakat sebagai konsumen, yang terkadang hasil produksi yang dipasarkan sering berkurang dalam menstok kebutuhan masyarakat terurama pecinta burung” ungkapnya.

Produk dan bimbingan Posdaya seirinya waktu telah mampu membantu mengubah perbaikan ekonomi masyarakat, disamping itu pula pendidikan menjadi kooridor utama di Kecamatan Donomulyo yang masih perlu bimbingan dalam meningkatkannya. Pembangunan sarana pendidikan yang telah berkembang hingga saat ini diantaranya bermunculan banyak TPQ baru, PAUD baru dan sarana pendidikan maupun kegamaan lainnya. Hal ini juga memotivasi masyarakat untuk terus menerus melanjutkan pendidikannya lebih tinggi sehingga banyak pemuda-pemudi melanjutkan belajar ke perguruan-perguruan tinggi dan terbagun harapan serta cita-cita baru yang tertanam di masyarakat.

Berawal dari adanya KKM Tematik Posdaya berbasis mesjid dan terbangunnya Posdaya ditengah masyarakat menstimulus masyarakat lainnya dan menarik perhatian untuk membangun Posdaya-Posdaya baru diwilayahnya. Rencana pembangunan Posdaya ini mengantarkan pada perbincangan yang panjang dan lebih menarik terutama pemaparan dari calon ketua Posdaya yaitu Bu Wulan “bahwa Sumber Daya Manusia yang terdapat diwilayahnya cukup baik dan masyarakat sangat mengharapkan bimbingan maupun kolaborasi agar wilayahnya segera ditempati oleh mahasiswa KKM dan terbentuk Posdaya secara resmi. Pada wilayah baru yang akan ditempati berbagai produk telah berkembang diantaranya produksi singkong dan ubi, seperti kerupuk miler, stik ubi dan produksi lainnya. Namun dalam perjalan produksi masih banyak sekali kendala yang dihadapi terutama dalam bidang pemasaran dan varian dalam pengembangan produk agar lebih menarik bagi konsumen” paparnya.

Berkaitan dengan ungkapan kendala-kendala yang dihadapi oleh calon Posdaya, Bu Mufidah selaku ketua LP2M yang pada saat itu hadir ditengah diskusi menawarkan beberapa solusi yaitu dengan mengadakan berbagai pelatihan pemasaran seperti pemasaran online dan pelatihan berbagai olahan ubi lainnya. Sejalan dengan hal tersebut kedua belah pihak baik dari LP2M maupun pihak calon posdaya sepakat menentukan pelatihan dan bimbingan mengenai posdaya dan pelatihan lainnya.Disisi lain, Mas Hasan yang ditunjuk sebagai ahli yang sudah ahli dalam bidang pemasaran diupayakan untuk bisa membantu mengadakan pelatihan. Bu Wulan mengungkapkan bahwa “ saya akan segera mengirimkan foto-foto produk masyarakat yang telah ada dan mohon bantuan agar produksinya berjalan lebih lancar dibawah bimbingan Posdaya” ungkapnya.

Sesungguhnya setiap masyarakat mempunyai potensi jitu, namun hanya perlu sedikit saja stimulus agar mereka mampu melejitkan potensi tersebut. Namun dalam perjalanan pembangunan kesejahteraan masyarakat kendala dan dukungan pro-kontra selalu ada, seperti hanlya di Kecamatan Donomulyo pengembangan Posdaya kadang masih terhalang karena adanya persepsi-persepsi yang masih negatif dari masyarakat, pengurus-pengurus wilayah yang terlalu sering berganti dan DMI di kecamatan tersebut masih kurang definitif dan berbaur pada masyarakat, sehinggaproses tersebut terkadang terhambat. Namun sejauh ini, pihak kecamatan, pengurus desa maupun pengurus lainnya terus menerus mendukung adanya KKM tematik Posdaya dan masyarakat memberikan apresiasi lebih dalam pelaksanaanya.

Akhir kata, Dr. Hj. Mufidah Ch M.Ag menyampaikan solusi-solusi terbaik dan terus menerus memberikan semangat kepada para kader Posdaya. “ Fokus saja pada apa yang menjadi keunggulan, pro dan kontra pasti selalu ada. Hanya bagaimana kita pintar-pinta dalam menghadapinya. Apalagi potensi masyarkat Kecamatan Donomulyo ini sangat luar biasa”, tuturnya. Ketua LP2M tersebut yang mengetahui awal mula dan menyaksikan perkembangan Kecamatan Donomulyo sangat bahagia, disamping itu bangga bahwa apa yang selama ini yang diperjuangkan dengan mahasiswa, pihak kampus, maupun kerjasama dengan lembaga lainnya telah dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan demikian, lantunan doa dan terimakasih tersampaikan antar kedua belah pihak.

 

Report by:

Suherni

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *