LP2M Asah Kompetensi Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset

Malang, 21-22 Pebruari 2020; Bertempat di Gedung Home Theater Lantai IV Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Balai Desa Tlekung Kota Batu, kegiatan workshop pengabdian masyarakat berbasis riset yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Malang berlangsung dengan lancar. Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Bp. Prof. Abd Haris tersebut dilaksanakan selama 2 (dua) hari dan diikuti sekitar 80 peserta dari kalangan dosen dilingkungan UIN Malang.

Dalam sambutannya rektor sangat mengapresiasi para dosen yang semangat melakukan riset. Menurutnya, sudah seharusnya riset menjadi rujukan saat melakukan pembelajaran. “Yang diajarkan ke mahasiswa itu ya hasil riset, bukan hanya materi yang tertulis dalam buku-buku,” tegasnya. Mengajarkan hasil penelitian kepada mahasiswa, tentu akan memperlihatkan fakta dibalik teori yang diajarkan dalam kelas. Mahasiswa juga akan lebih paham pemakaian suatu teori di masyarakat.

Di hari pertama kegiatan workshop ini mengadirkan Prof. Dr. Zainuddin yang sekaligus merupakan wakil rektor bidang akademik menyampaikan secara panjang lebar tentang konsep qoryah thoyyibah dalam kontek pengabdian kepada masyarakat. Acara selanjutnya yaitu paparan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kukuh Tri Sandi, MT., M.Sc, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Bp. Ir. Zuhdi, MT.

Dalam paparannya Bp. Kukuh Tri Sandi membeberkan fakta bahwa Jatim menempati posisi atas sebagai daerah yang tinggi tingkat kemiskinannya di Indonesia. Hal ini tentu berbanding terbalik mengingat Jatim tercatat memiliki banyak potensi. Sebut saja, potensi wisata alam dan juga taman rekreasi buatan, potensi pertanian mengingat banyaknya daerah dengan lahan subur, serta potensi perikanan air tawar dan air laut. Pihak pemerintah provinsi berharap, seluruh perguruan tinggi di Jatim membantu mengentaskan kemiskinan. Salah satu cara ialah dengan melakukan penelitian berkala sehingga ada evaluasi dan juga solusi. Seluruh kegiatan penelitian yang melibatkan masyarakat, harus linier dengan program Pemprov Jatim. “Sehingga ada sinergi antara penelitian di universitas dan program-program yang dicanangkan pemerintah daerah,” paparnya.  Pihak Pemprov Jatim berharap, penelitian yang dilakukan dosen fokus pada pemberdayaan. Dengan begitu, masyarakat bisa bergeliat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Di kemudian hari, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi cap Jatim sebagai wilayah miskin.

Sementara itu Bp. Ir. Zuhdi, MT menyampaikan tentang program kerja yang menjadi sasaran utama gubernur Jatim yang setidaknya ada lima hal, yaitu: pengelolaan sumber daya air, pengelolaan sampah dan limbah B3, pengelolaan sumber daya lahan, pengendalian pencemaran udara, dan pengelolaan wilayah pesisir. Menurutnya pemprov Jatim tidak mungkin bisa melakukan sendiri. Dengan banyaknya perguruan tinggi di wilayah Jatim, pemprov berharap perguruan tinggi turut serta dalam pemberdayaan masyarakat, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Pada hari kedua kegiatan workshop dipusatkan di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu, para peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yaitu Kepala Desa Tlekung dan Bp. Agus Afandi, M. Ag dari UIN Surabaya.

Secara deskriptif Kepala Desa Tlekung, Bp. Mardi menyampaikan profil desa, potensi, dan permasalahannya. sedangkann Bp. Agus Afandi menjelaskan hal-hal penting,  terutama dalam kaitannya dengan penelitian yang bertujuan untuk pengembangan kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa penelitian yang nantinya dilakukan dosen-dosen UIN Malang harus bisa memberdayakan masyarakat. Sehingga, masyarakat tak hanya sekadar dijadikan objek penelitian namun tetap bisa merasakan manfaat dari kegiatan itu. Seiring dengan mengedukasi masyarakat melalui pengabdian masyarakat berbasis riset, para peneliti juga dituntut mampu mengorganisir masyarakat. “Tentu semua rangkaian penelitian kita ini tujuannya satu, membangun perubahan sosial dengan memberdayakan masyarakat”.

Disela-sela acara workshop para peserta dikelompokkan, mereka diminta untuk melakukan analisis persoalan di wilayah Desa Tlekung, dengan melakukan kunjungan langsung, berdiskusi dengan warga desa, serta melakukan dokumentasi persoalan dan petensi desa. Selanjutnya para peserta diminta mempresentasikan temuan persoalan desa yang dituangkan dalam tema, permasalahan, harapan, dst, sebagai bahan pengembangan proposal pengabdian masyarakat berbasis riset. Setiap presentasi diberikan komentar langsung dari Bp. Agus Afandi, sekaligus dikomentari oleh peserta lainnya. Diakhir kegiatan Ketua LP2M Ibu Dr. Tutik Hamidah berharap tema-tema yang dikembangkan oleh para peserta workshop nantinya dapat disempurnakan, dan dapat diimplementasikan dalam program UIN Mengabdi Tahun 2020 [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *