Pusat Studi Gender dan Anak

Pusat Studi Gender dan Anak sebagai basis akademis di perguruan tinggi, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi lembaga perancang dan pengambil kebijakan strategis pemberdayaan perempuan dan Anak. Oleh karena itu, kegiatan yang berbasis akdemis tersebut diarahkan untuk mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan gender terutama dalam berbagai tradisi ilmiah yang dikembangkan di PTAI, serta berbagai bentuk ketidakadilan gender yang terjadi di masyarakat luas. Di samping itu, diharapkan juga mampu mendorong lahirnya pemikiran btillian dan etika relasi sosial Islami yang sensitif gender dan anak dalam segala aspek dan bidang kehidupan, baik dilaksanakan melalui affirmative program, koordinasi maupun evalusi terhadap efektivitas program yang telah direncanakan.

PSGA sebagai bagian integral dalam perguruan tinggi, upaya pemberdayaan perempuan dan anak yang dilakukan oleh pusat studi ini juga harus mengacu kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan (pengkajian), penelitian dan pengabdian masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang dibangun dengan pola relasi yang berkesetaraan dan berkeadilan gender serta kepedulian kepada anak.

Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi dalam program PSGA di samping didasarkan pada kebijakan umum yang telah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Kementerian Agama, juga harus mengacu kepada kebutuhan dan kondisi lokal di mana PSGA terse but berada, mengingat problem yang terjadi pada masing-masing wilayah sangat heterogen.

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) yang bernaung di bawah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tatakerja UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) sebagai pusat penyebaran ide kesetaraan dan keadilan gender dalam masyarakat yang berperspektif Islam dan jangka panjang PSGA diharapkan mampu memberikan solusi dalam mengantisipasi terjadinya berbagai ketimpangan dan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan serta merespon segala bentuk ketidakadilan gender yang telah mengakar sepanjang sejarah kemanusiaan untuk kemudian melakukan kajian dan penelitian agar dapat terbebas dari diskriminasi dan eksploitasi terhadap perempuan melalui gender mainstreaming serta mengembangkan program-program yang berkenaan perempuan dan anak.

VISI

Terwujudnya pusat studi terunggul (par exellence) dan terdepan dalam mewujudkan kesetaraan gender serta pengembangan program kepedulian anak yang berkualitas berperspektif Islam di masyarakat”.

MISI

Mewujudkan kesetaraan gender serta pengembangan program kepedulian anak yang berkualitas berperspektif Islam di masyarakat dan mendorong usaha bersama untuk mensosialisasikan pemberdayaan perempuan melalui Tri Dharma perguruan Tinggi yang meliputi: pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat”.

Landasan

Landasan penyelenggaraan PSGA ada tiga yaitu teologis berupa nilai-nilai Universal Al-Qur’an dan al-Sunnah; konstitusional yaitu Pasal 27 BAB X UUD 1945; dan operasional: TAP MPR TAHUN 1999 yang berbunyi: (1) Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan nasional yang diemban oleh lembaga yang mampu memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan dan keadilan gender. (2) Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan serta nilai historis perjuangan kaum perempuan, dalam rangka usaha melanjutkan pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Fokus Program

  1. Program utama
  2. Pengkajian/Pendidikan

Program yang mengkaji secara kritis dasar-dasar teori dengan mensinergikan antara persoalan dassein dan dassollen yang diwujudkan dalam bentuk diskusi, seminar, lokakarya, kuliah gender dan anak, workshop, pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan lain-lain.

  1. Pengembangan Penelitian

Melalui penelitian, PSGA UIN Maliki Malang mampu mengeksplorasi berbagai data di lapangan yang berkaitan dengan isu gender dan anak dan beragam persoalan perempuan dan anak yang semakin kompleks dan juga menyediakan beberapa pelatihan dan sponsor penelitian bagi mahasiswa dan dosen.

  1. Penerbitan

Penerbitan adalah sarana sosialisasi, komunikasi dan mediasi mengenai isu-isu strategis dari proses pengarusutamaan gender dan anak di masyarakat agar temuan dalam bentuk penelitian atau ide seseorang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Penerbitan dimaksud buku, jurnal, tabloit, newsletter, atau leaflet.

  1. PSDM dan Penguatan Jaringan Civil Society Berperspektif Gender dan Anak

Pengembangan sumber daya manusia (PSDM) dimaksudkan melakukan kaderisasi personal atau institusional yang berkaitan dengan pengarusutamaan gender dan anak melalui pelatihan (Training of Trainer) perspektif gender dan anak. Program penguatan jaringan masyarakat sipilyang ramah gender dan anak bisa diperkuat melalui Community Organizer (CO) seperti pendampingan di tingkat basis, pelatihan voter education bidang keterwakilan dan partisipasi perempuan dalam politik.

  1. Dialog Radio Telivisi

Program ini berbentuk talk show interaktif atau drama keluarga yang mengusung misi utama gerakan gender dan kepedulian terhadap anak. Keuntungan program ini diharapkan bisa menjadi program murah tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

  1. Program Penunjang

Memberikan layanan konsultasi krisis dan rehabilitasi pasca krisis seperti kasus korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRr),perdagangan manusia, korban pelecehan seksual dan perkosaan meliputi pendampingan keaksaraan fungsional (Koran ibu), Program pendidikan keluarga berwawasan gender (PKBG), psikologis, fasilitasi dan advokasi hukum bekerja sama dengan lembaga bantuan hukum, kepolisian, rumah sakit, WCC dan PSGA lain.