breaking news

Posdaya Masjid al-Ilyas Pelopori Bank Sampah Kalipare

August 8th, 2016 | by admin
Posdaya Masjid al-Ilyas Pelopori Bank Sampah Kalipare
Berita Volunteer
0

WhatsApp Image 2016-08-11 at 14.15.39KALIPARE, 6 Agustus 2016 – Sampah masih menjadi masalah utama di Desa Kalipare, termasuk di Dusun krajan rt 14 dan rt 15. Untuk menindaklanjuti masalah tersebut, mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) tematik Posdaya Berbasis Masjid UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 39 bersama Posdaya berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di posko mahasiswa KKM kelompok 39 Dusun Krajan Desa Kalipare Kecamatan Kalipare.

Penyuluhan tersebut diisi oleh dua pemateri sekaligus dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang yaitu saudara Iyan Cahyana dan Syira Zulkahfi. Selain itu kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ketua Posdaya Masjid Al-Ilyas, ketua rt 14 dan rt 15 Dusun krajan, pemuda karang taruna dan beberapa warga setempat. Setelah penyuluh selesai menyampaikan materinya, pada sesi diskusi dan tanya jawab, Ketua Posdaya Masjid Al-Ilyas, Bapak Sugeng Priyanto menjelaskan,”Sebenarnya kami sudah pernah melakukan percobaan untuk mengolah sampah organik ini menjadi pupuk kompos, akan tetapi hasil akhirnya selalu saja gagal”. Beliau berharap melalui penyuluhan ini dapat menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan baik dan benar.

Dari penyuluhan tersebut dapat diketahui bahwa proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos akan dapat berhasil jika sampah organik dicampurkan dengan adonan khusus terlebih dahulu yang disebut dengan inokulan. Inokulan ini terbuat dari empat jenis unsur yaitu air (H20), glukosa (C6H12O6), starter (bakteri) dan kotoran hewan ternak atau unggas. Proses pengolahannya akan memakan waktu satu hingga dua minggu.

Setelah penyuluhan tersebut selesai, Ketua KKM 39 Dimas Ario Pamungkas juga menjelaskan,”Penyuluhan ini merupakan langkah awal untuk memecahkan masalah sampah khususnya di Dusun Krajan. Setelah itu kami akan memberikan kesempatan kepada warga untuk mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh penyuluh. Jika warga sudah berhasil, maka selanjutnya kami akan mengadakan pelatihan lanjutan mengenai managemen pengelolaan bank sampah. Sebab warga di Dusun Krajan ini memang sudah menyediakan lahan khusus untuk mendirikan bank sampah mandiri”. Kelompok 39 sudah berkomitmen untuk terus mendampingi program ini hingga berhasil. Mereka juga bertekad untuk bisa meningkatkan pemasukan uang kas warga dan memberdayakan potensi pemuda setempat melalui program bank sampah tersebut. ( Ainur rizza dan Alfatchu Srilistiani)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *