UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat dukungan positif bagi buruh migran dan keluarganya melalui pengembangan model desa berbasis aset komunitas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Persiapan KKN Persemakmuran Exs IAIN Sunan Ampel, yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2025 di Hotel Amaris Ponorogo.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan LPPM, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala Pusat Penelitian dari sembilan UIN anggota Persemakmuran, antara lain UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN SATU Tulungagung, UIN Mataram, UIN Samarinda, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, UIN Syeh Wasil Kediri, dan UIN Madura. Tema yang diusung kali ini: “Ekoteologi dan Moderasi Beragama dalam Dinamika Kampung Pekerja Migran: Membangun Resiliensi Spiritual, Sosial, dan Lingkungan.”
Dalam forum strategis tersebut, LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir memberikan pokok pikiran yang memperkaya arah perumusan kegiatan. Pendekatan yang ditawarkan bercorak powerful asset-based approach, yang menempatkan kekuatan sosial dan spiritual keluarga buruh migran sebagai titik tolak pembangunan. “Pendekatan ini meniscayakan fungsi dukung bagi buruh migran dan keluarganya, agar mereka mampu menciptakan model pembangunan desa berbasis potensi ekonomi keluarga dan komunitas,” terang Mohammad Mahpur, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Mahpur menambahkan, arah baru tersebut menjadi fondasi penting dalam rancangan KKN Kolaborasi Persemakmuran ke depan. “Bersama kampus lain, kami merumuskan tahapan implementasi yang dapat diterapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan KKN bersama. Sinergi ini bukan hanya untuk penguatan kelembagaan, tetapi juga untuk memastikan pengabdian memberikan dampak langsung pada keluarga buruh migran,” jelasnya.
Turut hadir mendampingi, Lutfi Mustofa (Sekretaris LP2M) dan Alfin Mustikawan (Kepala Pusat Penelitian LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). Ketiganya berperan aktif dalam menyusun rancangan dasar yang menjadi arah strategis penguatan dukungan positif bagi buruh migran di tingkat keluarga dan komunitas.
Merancang Arah Baru Pengabdian: Sinergi UIN untuk Desa Resilien
FGD yang diselenggarakan oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai tuan rumah KKN 2026 ini menjadi wadah penting untuk merumuskan roadmap bersama. Ketua LPPM UIN Ponorogo, Dr. Nur Kolis, M.Ag, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pembaruan buku pedoman dan sinkronisasi program agar sesuai kebutuhan masyarakat desa, khususnya desa-desa pekerja migran.
Sementara itu, Prof. Ngainun Naim, Ketua LPPM UIN SATU Tulungagung, menegaskan bahwa semangat kolaborasi Persemakmuran berakar dari sejarah panjang perjuangan kampus Ex IAIN Sunan Ampel. “KKN Kolaborasi ini bukan sekadar program rutin, tetapi langkah nyata merawat ukhuwah dan memperkuat kontribusi sosial PTKIN dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, peran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi strategis karena membawa nilai tambah dari basis keilmuan keagamaan dan spiritualitas Islam yang kuat. Pendekatan religius ini mempercepat proses membangun trust masyarakat desa terhadap program yang diinisiasi mahasiswa dan dosen. “UIN memiliki nilai plus dalam membangun kepercayaan warga. Warga lebih mudah bersekutu untuk perubahan jika penggeraknya memiliki dasar spiritual dan sosial yang kuat,” tambah Mahpur.
UIN Malang: Dari Kampus untuk Komunitas
Keikutsertaan UIN Malang dalam forum ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata peran kampus dalam membangun ekosistem pengabdian yang berdampak luas. Dengan pengalaman mengelola KKN Persemakmuran tahun 2023, UIN Malang menjadi rujukan dalam penyusunan buku pedoman dan praktik terbaik pengabdian.
Melalui pendekatan ekoteologi dan moderasi beragama, UIN Malang berupaya mengarahkan kegiatan pengabdian agar tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial keluarga buruh migran. Keluarga bukan lagi diposisikan sebagai pihak yang tertinggal, tetapi sebagai pusat inovasi sosial berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Dengan hasil FGD ini, anggota Persemakmuran berhasil menyusun rancangan dasar bagi usaha membantu arah positif masa depan buruh migran. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui LP2M, memastikan bahwa rancangan ini menjadi bagian integral dari kegiatan pengabdian masyarakat, membangun desa resilien, dan memperkuat jejaring antar-PTKIN demi kemaslahatan bersama.




